Halo! Namaku Dinda Haryanti, dan suamiku Firman Heriawan, jauh lebih tua dariku. Usiaku 26, sedangkan dia sudah berusia 68 tahun. Kebanyakan orang tidak menyetujui pernikahan kami. Mereka berkata aku mata duitan. Katanya tujuan utamaku dalam hubungan ini hanyalah keuntungan materi belaka.

Tapi kenyataannya, suamiku bahkan tidak punya rumah (kami tinggal di rumah cucunya). Karena pernikahan ini teman-temanku tidak mau berbicara denganku lagi, dan keluargaku tidak mengakuiku lagi. Bahkan tetangga kami kadang kala mencegatku di jalan dan menceramahiku. Semua orang memandangku dengan hina. Aku merasa depresi, dan rasa malu ini membuatku sangat tertekan.

Sudah lama aku ragu untuk menceritakan kisah ini. Tadinya aku berharap semua ini pada akhirnya akan berakhir dengan baik dengan sendirinya. Tapi sekarang aku tak bisa tinggal diam lagi. Aku harus menceritakan pada kalian yang sebenarnya! Aku tak bisa memendam semua ini sendiri. Aku memang mencintai Firman, tapi aku sudah tak tahan lagi dengan perbuatan serongnya. Sebenarnya, mungkin aku sendiri yang menjadi penyebab masalah ini – Aku membeli obat tetes peningkat keperkasaan pria yang disebut Alfa Man. Dan sejak saat itu, seks jadi satu-satunya hal yang ada di pikirannya.

Cerita awal pertemuan kami sebenarnya biasa saja

Usiaku waktu itu 24 tahun, aku baru pindah ke Jakarta untuk melanjutkan kuliah di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Di sana aku bertemu dengan Firman yang menjadi dosen aktingku. Tak terasa dia menjadi teman dan mentorku. Lelakiku. Bersamanya, aku berubah sebagai seorang wanita dan sebagai seorang aktris. Bersamanya karirku meningkat ke tingkat yang lebih tinggi. Kami jatuh cinta pada pandangan pertama, saat aku pertama kali masuk kelas akting yang dia ajar. Dan hingga baru-baru ini aku sangat bahagia bersama Firman. Aku merasa sangat aman dan nyaman bersamanya.

Kalian mungkin berpikir, ‘kenapa dia mengeluh sekarang?’

Akan kujelaskan. Karena usianya yang “matang”, Firman memiliki masalah dengan ereksi. Ada suatu periode di mana kami tidak berhubungan seks sama sekali. Kami ingin memliki anak, jadi kami setuju untuk mencoba berbagai eksperimen. Kami mengunjungi dokter terbaik, mencoba Ayurveda dan metode lainnya. Memang ada peningkatan, tapi tidak secara dramatis. Dia kadang bisa ereksi, tapi seringnya dia malah gagal. Karena tingkat testosteron yang rendah, spermanya menjadi tidak aktif, sehingga tidak mungkin bagi kami untuk bisa memiliki anak.

Aku tidak tahu apakah ini berkah atau kutukan, tapi saya menemukan obat tetes untuk keperkasaan pria ini di internet. Obat ini disebut Alfa Man.

Kami terkesan dengan berbagai review yang ditulis mereka yang telah merasakan sendiri khasiat obat tetes ini. Mereka menggambarkan masalah yang sangat mirip dengan masalah kami. Bahkan orang-orang yang lebih tua menulis tentang efek positif dari obat tetes ini. Kami percaya pada mereka dan mengambil risiko.

Ini semua salahku

Efeknya memang tidak terlihat seketika, tapi situasi kami perlahan membaik. Setelah seminggu penggunaan, dia bangun di pagi hari dengan hasrat kuat untuk berhubungan seks (katanya hal ini sudah lama tidak dia rasakan). Kami bercinta 3 kali sehari. Dan setiap kali kami melakukannya, bertahan lebih lama dari 5 menit. Menurut Firman, kesehatannya membaik, dia menjadi penuh energi. Dia bahkan jogging di pagi hari beberapa kali seminggu. Di hari libur kami, saat kami berdua senggang, kami selalu menghabiskan waktu berdua. Rasanya bahagia menjadi wanita yang diinginkan dan memiliki suami yang percaya diri.

Lalu kemudian dia berubah menjadi orang yang sama sekali berbeda. Dia menjadi egois, tidak perhatian lagi padaku dan sama sekali tidak tertarik lagi dengan hidupku. Dia tidak buru-buru pulang ke rumah lagi, dan lebih betah di tempat kerja. Kadang, dia pulang ke rumah di tengah malam. Aku diberi tahu bahwa dia sedang menggoda murid barunya yang lebih muda.

alfa man indonesia

Ternyata, suamiku itu selingkuh. Bisa kalian bayangkan? Suami 86 tahun punya selingkuhan! Dan cewek ini terus meneleponnya di malam hari terus-terusan ingin bertemu dengannya. Aku menemukan riwayat obrolan mereka di smartphone-nya dan isinya sangat mengejutkan. Penuh dengan puluhan foto telanjangnya. Mereka saling mengirim sexting sejak lama. Mereka membicarakan kencan mereka, seks mereka. Aku tak menyangka betapa banyak pikiran kotor dan hasrat terpendam suamiku di sana.

Jika aku bisa memprediksikan akibat yang seperti ini, aku mungkin tak akan memberikan Firman obat tetes ini, Alfa Man. Kenapa ada yang menemukan formula ini? Ibu-ibu sekalian, kumohon, jangan ulangi kesalahanku lagi! Suami dengan disfungsi ereksi lebih jauh lebih baik dibandingkan suami tukang selingkuh dan serong.

Aku sudah membiarkannya lumayan lama, tapi aku tahu ini tidak bisa berjalan seperti ini terus… Mungkin aku layak merasakan semua penderitaan ini. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan sekarang… Haruskah kutinggalkan dia? Atau haruskah kumaafkan saja? Aku butuh masukan kalian semua. Kumohon, tolong aku!

Pendapat ahli:

Ini adalah perilaku pria yang normal. Pertama-tama, semua pria secara alami memiliki sifat poligami. Kedua, obat tetes Alfa Man memang sangat efektif. Bahkan dalam kasus tingkat lanjut, komponen-komponennya menormalisasi tingkat testosteron dan meningkatkan keperkasaan pria dalam 6-8 hari penggunaan secara rutin. Obat tetes ini meningkatkan kesehatan, energi, dan stamina seks pria. Therefore, the constant desire to have sex can be justified.

 

TINGGALKAN KOMENTAR