Selama ribuan tahun, keperawanan dalam berbagai budaya dianggap sebagai hadiah paling berharga yang dapat diberikan seorang wanita kepada suaminya pada malam pernikahan. Keperawanan adalah lambang kesucian dalam banyak tradisi keagamaan. Dalam ulasan ini, kami mengumpulkan beberapa fakta menarik yang jarang diketahui mengenai keperawanan, yang dahulu sangat dihargai namun sekarang ingin ditanggalkan secepat mungkin.

1. Asal mula kata

Istilah “virgin” (perawan) diturunkan dari kata Latin “virga”, yang memiliki arti “tunas muda”. Istilah tersebut juga berasal dari kata “virginem”, yang berarti “Gadis yang belum menikah atau wanita”. Kata ini pertama kali muncul dalam bahasa Inggris pada abad kesembilan. Awalnya kata ini hanya diterapkan untuk perempuan saja.

2. Mutiara sebagai simbol keperawanan

Selama berabab-abad dalam berbagai budaya, mutiara dianggap sebagai simbol keperawanan dan kesucian wanita. Terutama dalam konteks pernikahan dan potret keagamaan.

3. Bunga paling seksi

Bunga diasosiasikan secara tradisional dengan seksualitas wanita, karena bunga adalah simbol pertumbuhan dan kesuburan, dan juga bentuknya menyerupai alat kelamin perempuan. Lebih spesifik lagi, keperawanan secara khusus dilambangkan dengan bunga lili, di mana kelopak dan benang sari emas putih bunga ini adalah lambang visual dari tindakan penetrasi seksual. 64622

4. Keperawanan sebagai komoditas

Di beberapa negara, keperawanan dijual sebagai komoditas berharga. Di Jepang, misalnya, seorang geisha dapat menjual keperawanan dalam upacara yang disebut “mizuage”. Ritual ini dilarang sejak 1959.

5. Langkah menuju kedewasaan

Rata-rata orang di seluruh dunia kehilangan keperawanan/keperjakaannya pada umur 17,3 tahun. Di Islandia umur rata-ratanya adalah 15,6 tahun dan di India – 19,8 tahun.

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR