Berikut adalah sepuluh cara komunikasi wanita yang melemahkan citra mereka sendiri dan apa yang harus dilakukan untuk memperbaikinya.

  1. Terlalu sering menganggukkan kepala –Saat wanita mengangguk, maksud mereka adalah “Saya mendengar apa yang Anda katakan,” SHUTTERSTOCK_275820332_Huge

“Saya mengerti.” Pria mengartikannya sebagai persetujuan dengan ide atau pendapat mereka.

Terlalu banyak menganggukkan kepala akan dipandang sebagai kelemahan dan dapat mengakibatkan miskomunikasi. Menganggukkan kepala terus menerus menciptakan kesan subliminal yang berarti kepatuhan.

  1. Intonasi naik-penggunaan intonasi yang naik terdengar ragu-ragu, bagaikan menanyakan sesuatu. Tindakan ini merusak kredibilitas. Wanita tidak akan dianggap serius dengan nada bicara seperti ini. Untuk berbicara dengan meyakinkan, berlatihlah untuk menurunkan intonasi di akhir kalimat. Orang Amerika menggunakan intonasi turun untuk menyatakan atau meminta sesuatu dan intonasi naik untuk bertanya atau mengindikasikan ketidakpastian.
  2. Bahasa Lemah

Tag – Sejumlah wanita membuat pernyataan lalu kemudian meminta validasi. “Ini ide yang baik, iya kan? “Kita memiliki tim terbaik, iya kan? Penggunaan tag ini melemahkan keyakinan dan otoritas. Jangan digunakan.

  1. Membiarkan pembicaraan dipotong-Pria memotong pembicaraan dan mengatakan apa yang mereka ingin katakan. Para pria cenderung lebih sering memotong pembicaraan daripada wanita. Para wanita biasanya lebih suka membiarkan diri dipotong dan kehilangan poin untuk ide yang dikatakannya. Sebaiknya katakan, “saya belum selesai,” “mohon tahan dulu pertanyaan Anda.” “interupsi ini memecah alur berpikir semuanya” atau lanjutkan bicara dan selesaikan apa yang Anda bicarakan. SHUTTERSTOCK_378557710_Huge
  2. Berpakaian terlalu seksi –Kesan visual didapat dalam 7 detik atau kurang. Pakaian dan penampilan menimbulkan kesan visual. Wanita yang menggunakan sepatu hak tinggi, blus yang potongannya rendah, riasan tebal, dan rok mini ketat mengkomunikasikan ketersediaan seksual dibandingkan mobilitas karir. Agar bisa sukses di dunia kerja, wanita harus berpakaian selazimnya. Anda tidak perlu mengorbankan kewanitaan Anda, hanya saja jangan terlalu mencolok. Tujuannya agar terlihat menarik secara profesional.
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR